Wednesday, December 3, 2008

Serbuan Produk Cina ke Jepang

Sebenarnya tulisan ini sudah tidak up to date, ditulis beberapa tahun yang lalu. Beberapa parameter sudah berubah, malahan sekarang negara kitapun menjadi "korban" serbuan produk Cina semenjak beberapa tahun yang lalu yang ketika tulisan ini saya tulis belum terjadi. Anggaplah bacaan sejarah.
--------------
Cina yang pada awal tahun ini sempat terisolir akibat wabah SARS, terus memperlihatkan perkembangan perekonomiannya. Bangkitnya ekonomi Cina akhir-akhir ini bukan hanya dikhawatirkan negara-negara Asean, juga negara maju seperti Amerika dan Jepang. Apalagi setelah bergabung sebagai anggota WTO tahun 2001 semakin mengokohkan kedudukannya.

Sekitar tahun 1991, ketika saya baru datang ke Jepang, rasanya sulit sekali menemukan produk buatan Cina, apalagi produk elektronik. Waktu itu ekonomi Jepang sedang pada puncaknya. Produk pakaian jadi untuk kualitas kelas satu didominasi oleh buatan local (jepang) dan kelas dua oleh buatan Korea, hampir tidak satupun terlihat produk Cina. Waktu itu harga-harga barang dalam negeri Jepang sangat mahal dibanding sekarang. Sulit sekali mencari baju yang berharga di bawah 1000 yen. Begitu juga produk personal komputer, dikuasai oleh produk dalam negeri bermerk NEC dan Epson yang waktu itu tidak kompatibel dengan komputer IBM. Sulit sekali mencari komputer yang berkompatibel IBM. Waktu itu teman saya banyak yang membeli langsung ke Amerika untuk memperoleh komputer kompatibel IBM seperti Gateway dan Compac. Meskipun harus membayar biaya kirim dan bea masuk , tetapi kalau dihitung masih murah dibanding dengan produk dalam negeri. Kemudian sekitar tahun 1992 produk pakaian dari negara-negara ASEAN seperti Indonesia dan Vietnam membanjiri Jepang, juga produk pakaian Cina mulai kelihatan. Waktu itu produk baju murahan dari Vietnam, Indonesia dan Cina bersaing.

Pada tahun 1993/1994 produk pakaian dan sepatu murah dari Cina mulai membanjiri Jepang mengalahkan pesaingnya dari Asean. Selain murah, produk dari Cina ini berkualitas lumayan. Di bidang elektronik, saya mulai melihat radio mini murah made in China, yang sebenarnya produk dagangan ini sudah tidak diproduksi lagi di Jepang sejak puluhan tahun yang lalu, karena digantikan oleh radio chip berukuran kartu.

Sekitar tahun 1995 terjadi kenaikan kurs Yen (Endaka) terhadap dolar. Akibatnya produk buatan Jepang menjadi tidak kompetitif. Konsekwensinya pabrik-pabrik banyak yang diungsikan ke negara Asean dan Cina untuk menekan biaya produksi. Sebagai arus baliknya, membanjirlah produk-produk elektronik merk Jepang buatan negara Asean dan Cina. Produk Jepang asli (made in Japan) dan produk Jepang buatan luar bersaing di pasaran Jepang dengan selisih harga 2000-5000 lebih murah untuk buatan luar Jepang. Waktu itu orang Jepang sendiri (termasuk saya) masih meragukan produk-produk buatan luar itu meskipun bermerk Sony atau Toshiba.

Memasuki tahun 97-an terjadi perubahan komposisi. Produk Jepang yang asli menjadi sulit dicari, baik produk elektronik apalagi pakaian. Orang Jepang sendiri sudah familiar membeli baju, jaket atau sepatu buatan Cina atau membeli MD walkman merk Sony atau Aiwa buatan Cina. Tentu harga barang-barang tersebut menjadi lebih murah dibanding tahun 91-an. Kita bisa menemukan baju jas yang berharga 10 ribu yen, padahal sebelumnya biasanya berharga di atas 30 ribu yen. Harga kamera saku yang dilengkapi zoom berharga belasan ribu yen, padahal sebelumnya 30 ribu yen keatas.

Bagaimana dengan produk pakaian yang tahun 93-an produk Asean dan Cina masih satu level ? Ternyata produk pakaian buatan Cina sudah menggantikan produk lokal maupun Korea dan produk baju buatan Asean seperti Indonesia masih tetap dilevel rendah dan jenisnya bisa dihitung dengan jari. Hal ini didorong oleh berbondong-bondongnya perusahaan pakaian Jepang memproduksi barangnya di Cina.

Memasuki tahun 2000, bukan hanya produk Jepang buatan Cina tapi produk Cina asli sudah merambah pasar Jepang. Di toko-toko elektronik sudah mulai dipajang produk elektronik bermerk Cina, terutama pada produk alat-alat elektronik sederhana seperti blender, iron, vacum cleaner dan kipas angin. Malahan Haier, produk elektronik besar Cina pada tahun 2003 ini membuka toko besar di kawasan Ginza Tokyo. Haier banyak memproduksi barang elektronik kebutuhan rumah tangga, seperti kulkas dan mesin cuci.

100 yen shop
Di tengah-tengah pasar Jepang yang lesu akibat depresi yang berkepanjangan ini, 100 yen shop adalah perkecualian. Dari tahun ke tahun pasarnya terus meningkat. Hampir di setiap kota sekarang bisa mendapatinya. Yang menjadi daya tarik 100 yen shop ini selain harga yang relatif murah menurut ukuran standard di sini, juga jenis barangnya yang sangat bervariasi sehingga orang tertarik untuk membelinya.

Cina-lah pemasok terbesar 100 yen shop ini dan sebagian kecil berasal dari negara Asean, Korea, India dan Eropa. Bisa dibayangkan berapa ribu tenaga kerja yang diserap di Cina hanya untuk memasok 100 yen shop ini.

Produk lainnya
Karena secara geografis relatif dekat, produk pertanian juga membanjiri Jepang. Bawang Bombay, jamur, rebung, semangka dan banyak lagi. Mungkin beraslah yang dipertahankan mati-matian oleh petani Jepang supaya tidak tersaingi oleh beras dari Cina. Sebenarnya petani Jepang juga mengeluh dengan adanya produk pertanian Cina ke negaranya. Pada tahun 2002 pemerintah Jepang turun tangan untuk menyelamatkan petaninya dengan membuat kebijaksanaan menaikan bea masuk. Tapi kebijaksanaan ini tidak jadi diterapkan mengingat pemerintah Cina mengancam akan meningkatkan pajak bea masuk mobil dan telepon selular dari Jepang.

Pasar mainan anak-anak juga tidak lepas dari serangan produk Cina. Apalagi perusahaan Cina sudah lama bermain di bidang ini sebagai pemasok pasar di Amerika Serikat.
Sekarang minuman teh dengan kemasan botol plastik atau kaleng membanjiri pasaran mengalahkan minuman juice. Hal ini didorong oleh asumsi bahwa teh bisa menyehatkan dan melangsingkan tubuh. Terutama teh Cina banyak sekali penggemarnya. Selain itu ramuan jamu Cina untuk pelangsing tubuh banyak digandrungi oleh wanita yang ingin kelihatan lebih langsing.
Bahkan pasar batu untuk membuat nisan makam sekalipun tidak dilewatkannya. Tempat untuk menyimpan abu keluarganya yang meninggal ini dibuat dengan menggunakan batu yang permukaannya dihaluskan. Di Jepang sendiri batu dengan ukuran besar sudah sulit diperoleh sehingga mau tidak mau harus mendatangkan dari Cina.

Pengaruh terhadap ekonomi dalam negeri Jepang.
Sekarang hampir setiap perusahaan besar di Jepang sudah mempunyai cabangnya di Cina, terutama bagian produksinya. Bisa kita lihat produk apa saja yang bermerk Jepang bila kita lihat belakangnya hampir semuanya made in Cina. Mulai dari jam tangan Casio, mini compo, TV, video, Walkman. Mungkin yang belum tersentuh adalah produk electronik super canggih seperti handycam, HDD & DVD video recorder dan kamera digital beresolusi tinggi. Bagi perusahaan Jepang sendiri tidak sulit merekrut tenaga kerja Cina yang fasih berbicara bahasa Jepang, karena setiap tahun mahasiswa dari Cina selalu membanjiri universitas-universitas di Jepang baik yang negeri maupun swasta. Di setiap universitas jumlah mahasiswa dari Cina biasanya berjumlah 50% s/d 90% dari jumlah total mahasiswa asing.

Apa akibatnya dengan berbondong-bondongnya perusahaan memindahkan pusat pruduksinya ke Cina ? Di dalam negeri Jepang terjadi kekosongan yang mengakibatkan terjadi lonjakan pengangguran di Jepang. Yang sangat terpukul adalah perusahaan menengah dan kecil yang mengandalkan orderan pembuatan komponen dari perusahaan-perusahaan besar. Perusahaan sekelas ini tidak cukup mampu untuk membangun cabangnya di luar Jepang. Sebagai jalan terobosannya yaitu dengan mendatangkan tenaga kerja dari negara-negara Asean seperti Indonesia dan Amerika Latin seperti Brazil. Sekarang ribuan TKI tersebar diperusahaan-perusahaan kecil dan menengah di Jepang yang biasanya berada jauh dari kota. Kalau kita jalan-jalan di kota pada hari Minggu atau hari libur sangat mudah menemukan para TKI ini. Tapi tidak sedikit TKI yang di-PHK akibat perusahaannya yang bangkrut.

Sebenarnya perusahaan-perusahaan Jepang baik yang besar, menengah atau kecil sudah berpengalaman menghadapi kesulitan. Contohnya saja ketika terjadi “Oil Shock” dua kali yang terjadi pada tahun 1973 dan 1979, yaitu ketika negara-negara Arab penghasil minyak memboikot minyaknya sebagai protes terhadap agresi negara Israel. Jepang yang pasokan energinya tergantung dari negara timur tengah ini menjadi kolaps. Tapi waktu itu perusahaan Jepang bisa menyesuaikan diri sehingga bisa melewati krisis tersebut tanpa menimbulkan gejolak yang berarti. Bahkan dengan adanya krisis energi ini perusahaan-perusahaan Jepang berhasil mengadakan penghematan energi dan membuat produk-produk irit energi, sehingga daya saing produknya meningkat. Mobil-mobil Jepang terkenal irit bahan bakar karena telah berhasil melewati masa krisis ini. Tapi untuk krisis sekarang ini sangat berkepanjangan dan tidak ada tanda-tanda ada perbaikan. Salah satu alasannya adalah permintaan pasar dalam negeri yang sudah jenuh ditambah generasi muda yang jumlahnya terus menyusut sehingga sulit menciptakan “consumption boom”, serta Amerika Serikat yang merupakan pasar terbesar produk Jepang sedang mengalami stagnasi pertumbuhan ekonomi.

Cina sampai sekarang merupakan daerah infestasi yang sangat menarik bagi para penanam modal. Apalagi setelah provinsi diberi otonomi yang luas, masing-masing provinsi berlomba-lomba mempersiapkan regulasi dan infrastruktur untuk memudahkan investor asing menanamkan modalnya. Sekarang jalan toll sudah bisa menghubungkan kota-kota besar di Cina. Karena di sana tanah adalah milik negara, pemerintah Cina dengan mudah bisa membangun infrastruktur untuk menopang pertumbuhan industri ini. Di Cina luas dan jumlah penduduk sebuah provinsi bisa menyamai luas dan jumlah penduduk sebuah negara. Sehingga persaingan antara propinsi di Cina menyamai persaingan antar negara. Selain karena kemudahannya dan tenaga kerja murah yang mudah didapat juga kondisi politik dan keamanan di dalam negeri yang kondusif. Bahan baku dan komponen pendukung yang mudah didapat memudahkan pihak industri menjalankan usahanya.

Lain dengan Korea dan Taiwan, meskipun kedua negara ini lebih dahulu masuk dalam era industri, skalanya tidak sebesar Cina sekarang. Perusahaan Korea masih banyak mengimport komponen berpresisis tinggi dari Jepang. Tapi di negara Cina, dari industri yang memproduksi tekstil, perabot rumah tangga, kendaraan sampai industri semi konduktor sudah ada. Akankah terulang kembali sejarah beberapa abad yang lalu ketika kebudayaan Cina masuk ke Jepang membawa huruf kanji, seni keramik dan agama Budha? Masih harus kita lihat perkembangan selanjutnya.

Saturday, November 29, 2008

Einvest Institute: Bisnis Online

Di kelas Einvest institute ke-6 yang bertemakan bisnis online, kali ini pembicaranya adalah founder TDA Pak Badroni Yuzirman atau Pak Roni dan di sesi kedua diisi oleh Habibie Absyah bersama Agung Hari Prabowo.

Di sesi pertama,pak Roni memaparkan pengalamannya membuka bisnis onlinenya dari sebuah garasinya karena waktu itu 3 rukonya di Pasar Tanah Abang mengalami pailit akibat peristiwa kebakaran. Dengan mengusung Brand Manet Vision, ternyata dengan hanya 3 bulan bisa menyamai omset bisnis offlinenya selama setahun.

Bagi Pak Roni sendiri, karena basicnya sebagai pedagang, bukan internet marketer, internet marketing itu hanya sebagai tool saja untuk memperluas pemasaran, sehingga beliau tetap menjalankan bisnis offlinenya. Beliau mengistilahkan Multi Channel Marketing, yaitu menggunakan berbagai cara untuk memperluas jaringan pemasaran. Jadi menurut pengalaman beliau, bisnis onlinepun harus ditunjang oleh promosi offline.

Menurut Pak Roni, kita tidak boleh takut untuk meng-online-kan bisnis apapun asal ada pasar dan marginnya serta kalau bisa produknya mudah di-delivery. Sebagai contoh beliau membandingkan baju dan sepatu. Menurutnya baju lebih mudah karena bentuknya tipis sehigga biaya kirimnya lebih murah.

[ Foto bersama pak Roni]
Di sesi kedua diisi oleh internet marketer murni yaitu Habibie Afsyah bersama Agung Hari Prabowo. Beliau berdua contoh sukses berbisnis online Indonesia dalam usia muda. Habibie Afsyah dengan segala keterbatasan fisiknya yang lemah mampu menunjukkan kepada kita bahwa semua orang mampu meraup keuntungan yang "lumayan" dalam bisnis online ini asal kuat kemauan dan fokus.

Habibie lebih banyak bermain di affiliate Amazon. Tetapi akhir-akhir ini karena krisis ekonomi yang melanda Amerika, penghasilan dari affiliate Amazon menjadi kecil sehingga beliau mengalihkan pasarnya ke Indonesia dengan membuka beberapa penjualan online seperti HP produk China yang bisa baca Alquran.

Sedangkan Agung, teman dekatnya Habibie, beliau pernah mengalami kecelakaan sehigga tidak bisa kembali bekerja. Tapi dengan semangat pantang menyerah, beliau mulai bisnis online sejak Agustus 2007, dan sekarang penghasilannya bisa mencapai $3000 perbulan. Dalam menjalankan bisnis onlinenya, Agung lebih fokus di affiliate paydotcom.com.


Foto bersama Habibie.

Tuesday, November 25, 2008

Memutar siklus sukses anda.

Semua orang pasti ingin sukses dalam hidupnya. Untuk seorang anak sukses berarti bisa naik kelas dengan prestasi bagus atau bisa masuk ke sekolah paforit yang diinginkan. Bagi seorang pengusaha sukses berarti bisa memperoleh laba yang banyak atau memperoleh order yang melimpah. Bagi seorang karyawan atau pegawai sukses bisa berarti bisa lancar naik pangkat dsb.
Benarkah sukses itu ada perputarannya dan bisa diputar terus ? Bagaimana caranya membuat perputaran sukses itu ? Start point untuk menjadi sukses itu tiada lain adalah keinginan untuk sukses itu sendiri. Kalau tidak ada keinginan mustahil sukses akan mendatangi anda, apalagi perputaran sukses akan terjadi di dalam diri anda.


Sekarang pikirkan sukses apa yang ingin anda capai. Kita contohkan seorang pelajar yang bercita-cita ingin menjadi seorang insinyur teknik. Untuk seorang anak SD mungkin cita-cita ini masih berupa cita-cita jangka panjang, yang kalau tidak dipelihara semangat cita-cita ini mungkin akan hilang di tengah perjalanan. Kalau ini cita-cita jangka panjang, kita perlu merinci hal tersebut menjadi cita-cita jangka pendek. Coba kita rinci : untuk menjadi insinyur seseorang harus masuk perguruan tinggi jurusan teknik. Untuk masuk perguruan tinggi teknik negeri seseorang harus lulus tes masuk perguruan tinggi negeri. Sedangkan peluang masuk perguruan tinggi akan lebih besar bila kita duduk di SMU paforit. Tentu untuk masuk SMU paforit ini akan lebih mudah dari SMP paforit pula. Untuk masuk SMP paforit seorang anak SD harus mempunyai prestasi bagus di kelasnya. Nah untuk seorang anak SD dari sinilah mulainya. Bagaimana? Apakah harus menargetkan untuk rangking 1 di kelasnya ? Kalau mampu silakan, tapi kalau tidak mampu jangan dulu. Buatlah target yang sederhana dahulu. Kalau kita tidak suka atau malas belajar bagaimana ? Nah ini permasalahannya. Jadi kita harus menumbuhkan minat belajar dulu. Bagaimana caranya ? Coba kita lihat dari beberapa mata pelajaran yang ada di sekolah apakah ada yang anda sukai ? Semua tidak anda sukai ? Baiklah, coba lihat lagi dari beberapa pelajaran yang anda benci itu, pelajaran apa yang menurut anda tingkat kebenciannya paling kecil ? Pasti ada khan ? Coba camkan dalam hati bahwa pelajaran tersebut paling anda suka diantara pelajaran yang anda tidak suka/benci. Coba tekuni pelajaran tersebut, dan lihat hasilnya pada hasil test/ulangan. Apakah hasil ulangannya lebih tinggi dari pada hasil ulangan mata pelajaran yang lain ? Kalau benar berarti pilihan anda tidak salah dan usaha anda tidak sia-sia. Camkan dalam dirimu bahwa hal ini juga merupakan bagian dari sukses anda meskipun dalam putaran yang masih kecil. Biasanya bila seseorang mencapai sesuatu yang telah ditargetkan ada kepuasan batin tertentu, dan kepuasan batin ini menjadi modal untuk membuat putaran sukses anda semakin besar.

Sekarang bila hasil ulangan mata pelajaran yang anda sukai tersebut misalnya mendapat nilai 6. Dengan modal kepuasan batin yang telah anda peroleh tekadkan dalam pikiranmu untuk meningkatkan nilai tersebut. Tentu dengan menekuni lebih dalam pelajaran tersebut dengan belajar. Dan lihat lagi hasilnya apakah nilainya lebih dari 6 ? Kalau jawabannya ya, lagi-lagi kesuksesan telah datang kepada anda. Dan terus hal ini diulangi seperti hal di atas sehingga putaran kesuksesan anda itu menjadi lebih besar. Kalau dirasa nilainya sudah mencapai cukup tinggi nilai ulangan mata pelajaran yang paling anda sukai tersebut, dengan modal kepuasan batin anda kita pilih mata pelajaran satu lagi yang menurut anda urutannya kedua yang paling anda sukai. Dan lanjutkan proses seperti di atas sampai semua mata pelajaran mencapai nilai yang menurut anda bagus (meskipun bukan nilai 8, 9 atau 10). Kalau sudah sampai tahap ini pasti rangking anda di kelas meningkat drastis. Tidak mustahil masuk rangking 10 besar.

Mulailah sekarang masuk pada putaran kesuksesan yang lebih besar lagi yaitu meningkatkan urutan rangking di kelas anda. Tentu dengan cara meningkatkan nilai hasil ulangan dan test tiap akhir semester. Dengan modal sukses yang sudah diraih sebelumnya, kita termotivasi untuk lebih berusaha. Dan usaha ini akan lebih mantap bila dibarengi dengan berdoa. Bila kita sudah berusaha dan berdoa secara maksimal maka akan lahir rasa optimis. Rasa optimis ini akan lebih mendorong usaha kita lagi ke arah yang lebih maksimal. Bila rasa optimis ini sudah kita punyai maka menghadapi test atau ulangan di sekolah adalah menjadi hal yang menyenangkan. Dan tentu orang yang mengerjakan soal ulangan dengan hati yang senang akan berbeda dengan orang yang mengerjakannya dengan rasa cemas dan takut. Kita akan berbunga-bunga menunggu waktu pengumuman hasil test, sementara orang lain menunggunya dengan rasa cemas. Bila anda sampai mencapai rangking pertama bersyukurlah dan nikmatilah kepuasan tersebut, tapi ingat jangan merasa sasaran anda selesai sampai disitu. Teruskan untuk membuat sasaran yang lebih besar lagi dan nikmati sukses yang lebih besar yang akan menghampiri anda.


Begitulah perputaran kesuksesan yang kecil bila kita pelihara terus akan menggelinding menjadi kesuksesan yang lebih besar bagaikan gumpalan bola salju yang menggelinding dari atas gunung. Pertama-tama dari cita-cita atau target, kemudian diteruskan menjadi usaha disertai dengan berdoa yang kemudian akan melahirkan rasa optimis untuk meraih hasil. Kemudian kepuasan dari pencapaian target ini kita putar lagi kembali ke target yang lebih besar lagi dan seterusnya. Mengapa harus ditambah dengan do’a? Karena dengan do’a nilai optimis kita bertambah dan kekhusuan berdo’a akan bertambah bila usaha yang kita lakukan sudah mencapai maksimal. Untuk lebih jelas lihatlah table di bawah ini ! Nah selamat mencoba.


Friday, November 21, 2008

Einvest Instititute: Bisnis Itu Mudah

Tgl 15 November 2008 kemarin, sebagai pembicara di Einvest Institute adalah Pak A. Pramono, owner dari AYam Bakar Mas Mono. Penampilannya sederhana (ndeso kata orang) dan low profile.

Beliau menceritakan kisah hidupnya yaitu dimulai sebagai pegawai restoran, kemudian jadi Office Boy. Ketika jadi Office Boy ini neliau bertekad untuk memajukan diri (beliau memakai istilah itu pengganti kata "mengundurkan diri") dan beralih usaha sebagai penjual pisang coklat keliling dengan gerobak. Tentu mengambil keputusan putar haluan ini tidak mudah, karena dicemoohkan oleh sanak familinya.

Setelah beberapa lama jualan keliling tak menentu, beliau menemukan lapak yang kosong di dekat Univ Syahid (kalau gak salah). Lantas beliau manfaatkan dengan jualan ayam bakar dengan nama ayam bakar Kalasan, karena beliau punya bekal keahlian ketika sebagai pegawai restoran dan ditunjang istrinya yang pinter masak (enak juga ya istri pinter masak).

Nasib baikpun menghampiri dirinya. Berkat kelezatan masakan ayam bakarnya (yang katanya gurih dan empuk) semakin hari semakin banyak langganannya. Malahan ada selebritis sebagai langganannya. Di tengah-tengah keberhasilannya mengeruk untung, tiba-tiba berita tidak enak menghampirinya. Apalagi kalau bukan penggusuran lapak.

Tapi bukan Mas Mono kalau tidak punya seribu akal. Jauh hari sebelum eksekusi penggusuran beliau mencari informasi lokasi kepada langganannya. Salah seorang langgananya menawarkan lokasi usaha tidak jauh dari lapaknya. Maka sejak itu Mas Mono punya cabang di tempat yang ditawarkan langganannya itu sambil menunggu penggusuran tempat yang lama.

Betul juga menurut kata orang, makanan enak dicari orang. Warung ayam bakar Mas Mono yang baru diserbu orang. Orang rela antri untuk mendapatkan ayam bakarnya. Malahan tidak semua pembeli kadang-kadang tidak kebagian.

Sejak saat itu Mas Mono terus berekspansi usaha makanannya. Mulai dari katering, pecel lele dan mie bakso. Cabang ayam bakarnya juga terus beranak pinak menjadi beberapa cabang. Dan langganannyapun terus bertambah. Tidak sedikit selebritis dan orang-orang terkenal menjadi langganannya. Malahan Restorannya beberapa kali diliput oleh stasiun TV.

Nah sekarang apa rahasia sukses Mas Mono ini. Beliau mengatakan kalau mau bisnis kuliner, kita harus punya menu andalan, setelah itu baru variasinya. Selain itu juga ternyata Mas Mono bertipe "Otak Kanan" kayak Maha gurunya pak Purdi E. Chandra. Beliau mengatakan buku adalah racun, rencana adalah bencana, resiko adalah rezeki.

Ini salah satu cabang restorannya (Pusat)
Ayam Bakar Mas Mono
Jl. Tebet Raya 57
Telp 021 835 0847
Mobile 021 9281 1166

Tuesday, November 11, 2008

Ebook Paling Berbahaya Untuk Anda Yang Mencari Modal Usaha

Saya katakan berbahaya karena ebook ini tanpa tedeng aling-aling, tanpa basa-basi menerangkan bagaimana caranya bisa membobol uang dari Bank. Apakah Bank sebodoh itu bisa diakali oleh orang yang tidak berpenghasilan sekalipun?

Tulisan dalam ebook ini semuanya "daging", tidak ada embel-embel bonus-bonus yang seabreg yang belum tentu berguna dan yang malahan membingungkan pembacanya. Tulisannya singkat padat dan jelas langsung pada sasarannya bagi pencari modal usaha.

Anda penasaran ebook apakah yang dimaksud? Silakan lihat di sini

Thursday, August 21, 2008

Definisi entrepreneur menurut Dr. Ir. Ciputra

Hari ini saya saya diundang menghadiri acara penganugrahan gelar
Perekayasa Utama Kehormatan kepada Dr.Ir.Ciputra di BPPT Jl Thamrin Jkt.
Siapa yang tidak kenal Ciputra? Beliau adalah pengembang dari wisata
Ancol , Bintaro, BSD, PIK dan pemilik berbagai perusahaan di Indonesia
dan mancanegara.

Dalam orasi ilmiahnya beliau mendifinisikan seorang entrepreneur
adalah seseorang dengan “kecakapan mengubah kotoran dan rongsokan
menjadi emas”. Menurut beliau orang dengan kecakapan mengubah kotoran
dan rongsokan jadi emas tidak harus berada di dunia bisnis saja.
Seseorang yang memiliki jiwa dan kecakapan entrepreneurship dapat
berada di pemerintah, dunia akademik, atau dalam pelayanan sosial.
Mereka memiliki pola pikir (mindset) yang sama, jiwa (spirit) dan
kecapakan yang sama yaitu mengubah kotoran dan rongsokan menjadi emas,
namun yang membedakan adalah tujuan yang ingin dicapai. Contoh
entrepreneur di pemerintahan menurut beliau adalah Bpk Ali Sadikin,
yang telah mendukung Ciputra mengembangkan wisata ancol, dan Lee Kuan
Yew yang mengembangkan Singapura. Entrepreneur di pelayanan sosial
seperti Muhammad Yunus peraih Nobel dari Bangladesh.

Definisi mengubah kotoran dan rongsokan menjadi emas menurut beliau
ada 3 makna utama. Pertama adalah terjadinya sebuah perubahan kreatif
yang berarti: dari kotoran dan rongsokan yang tidak berharga dan
dibuang orang menjadi sesuatu yang memiliki nilai yang lebih besar.
Kedua hasil akhir dari perubahan memiliki nilai komersial, bukan hanya
dianggap sebagai karya yang hebat namun juga memiliki nilai pasar yang
tinggi. Ketiga untuk mendapatkan emas seorang entrepreneur bisa
memulainya dari kotoran dan rongsokan yang tidak bernilai, dengan kata
lain dengan modal nol.

Ternyata Ciputra adalah orang “Kampung”. Beliau dilahirkan di Parigi,
Sulawesi tgl 24 Agustus 1931, kemudian dibesarkan di Bumbulan yang
orangtuanya memiliki toko kelontong di sana.Pada usia 12 tahun sudah
menjadi anak yatim, karena ayahnya ditangkap oleh tentara Penjajah
karena dituduh mata-mata. Sejak usia 12 taun itu, karena desakan untuk
mempertahankan hidup beliau mengembangkan dan mempraktekan
entrepreneurship.Sampai akhirnya bisa masuk ITB jurusan Arsitektur dan
lulus tahun 1960. Setelah lulus ITB beliau mendirikan perusahaan Jaya
Group, Metropolitan Group dan Ciputra Group.

Menariknya ijazah yang diperoleh dengan susah payah dari ITB tidak
pernah beliau lirik. Artinya dari awal beliau sudah bertekad untuk
menjadi TDA bukan TDB.

Menurut sebuah buku yang dikutip beliau, sebuah negara bila ingin
makmur minimal jumlah entrepreneur adalah 2% dari jumlah penduduk. Di
Indonesia jumlah entrepreneur masih berkisar 400 ribu orang atau 0.18%
dari jumlah penduduk, sedangkan idealnya sekitar 4,4 juta orang. Jadi
kesempatan masih terbuka lebar di negara kita bagi calon-calon entrepreneur.