Wednesday, January 6, 2010

Beli Rumah, dapet cash back 10jt



Telah Hadir Perumahan Mutiara Madani Ciseeng-Parung Bogor
Lokasi strategis 500m dari pasar Ciseeng
dekat dengan Mesjid, TK, MI dan SDN CIseeng 1, alfamart, indomaret, taman rekreasi Gunung Kapur, outbond, kolam renang.
Sarana transportasi angkutan umum 24 jam.

Tersedia hanya 15 unit, type 36/72 2 KT - 1 KM - 1 R Tamu, carport,
Luas Tanah 72 m2, Luas Bangunan 36 m2
Harga Hanya Rp. 125jt (cashback 10jt atau tiket umroh atau motor) dengan syarat : Bayar cash keras atau cash bertahap (DP 30-50% cicilan sampe 6 bulan lunas)

Spesifikasi Bangunan :
Pondasi : Beton Bertulang
Dinding : Batako diplester & di cat
Rangka atap : Baja ringan
Genteng : Beton
Lantai Ruangan : Keramik 30x30
Lantani KM/WC : keramik 20x20
Dinding KM/WC : Keramik 20x20, 1/2 dinding
Kusen : Kayu Meranti

Pintu : Double takewood
Pintu KM/WC : PVC
Jendela : Kayu dan Kaca
Plafond : GRC Board
Bak Mandi : fiber/kloset jongkok

Pemasaran Hubungi:

Dadang Suhendar, 081311454676, 021-91177846

Download brosur di sini

Sunday, December 6, 2009

Wisata Umroh: Nyicil MOTOR sudah biasa, nyicil UMROH baru luar biasa

Baitullah Menanti Anda
Wisata Umroh bukan mimpi lagi.
Anda pasti bisa !!
Siapa bilang Wisata umroh ke Baitullah perlu uang banyak.
Kini hanya dengan uang muka yang ringan anda bisa berangkat menuju Baitullah.
Manfaatkan kesempatan ini selagi anda MAMPU, SEHAT, dan PUNYA WAKTU .

PT AZZA SYARIAH UTAMA
Bekerja sama dengan Bank Syariah Mandiri memberi dana talangan kepada anda yang mau menunaikan ibadah Umroh dengan ongkos yang ringan.

Informasi lengkap buka di:
http://wisataumroh.com

Marketing Hubungi :
Dadang Suhendar
Tlp: 021-91177846
HP: 081-311454676
Email: umroh@ds71.com

Friday, October 9, 2009

Kalau Ada Gempa Beginilah Tahapannya Untuk Bertindak

Yang Harus dilakukan ketika ada gempa

Detik pertama:
Gempa-gempa
- Tetap tenang
- Lindungi diri

Menit 1 - 2
Goyangan gempa sudah berhenti (rata-rata gempa tidak lebih dari 2 menit)
- Cek kompor, buka keran regulator gas
- Cek keluarga kita apakah dalam keadaan selamat
- Pakai sepatu/sandal
Bila berada di daerah pantai atau bukit yang rawan longsor begitu terjadi gempa segera mengungsi setelah memastikan kompor dipadamkan serta memadamkan listrik dari sumbernya.

Menit ke 3
Saling membantu dengan tetangga dekat
- Apakah ada kebakaran
- Apakah ada orang yang hilang
- Apakah ada orang yang sakit yang perlu bantuan untuk dikeluarkan dari dalam rumah
- Apakah ada orang yang terluka
- Apakah tidak ada api di sekitar kita
Lepas regulator gas dan padamkan listrik dari sumbernya
Hati-hati terhadap gempa susulan

Menit ke 5
Dengarkan informasi gempa dari radio atau TV fortable
- Dapatkan informasi yang akurat
- Sedapat mungkin tidak menggunakan telepon
- Mengungsi dengan berjalan
- Ketika berjalan hati-hati terhadap genting yang jatuh, pagar dan tiang listrik yang roboh dll

Menit ke 10 s/d beberapa jam
Gotong royong dengan tetangga
- Dalam pemadaman api dan penyelamatan korban
Siapkan alat pemadam kebakaran
Lepaskan sambungan regulator gas
Padamkan listrik dari sumbernya
Siapkan air dalam ember
Jangan masuk ke dalam rumah yang sudah rubuh/hampir rubuh
Selamatkan orang-orang yang perlu pertolongan seperti orang yang sakit.
lumpuh dll

Beberapa jam sampai Hari ke 3
- Makan dan minum dari makanan/minuman simpanan (bila kita menyimpan makanan/minuman cadangan)
- Mendapatkan informasi gempa yang tepat dari sumber informasi yang dipercaya
- Tidak masuk ke rumah yang sudah roboh/hampir roboh
- Tidak menggunakan kendaraan
- Tidak mendekati pagar tembok
- Saling berbagi dan saling tolong dengan tetangga sekitar
- Tolonglah orang-orang yang cacat, orang yang sudah tua.

Apa Yang Harus Dilakukan Kalau Ada Gempa Ketika Kita di Luar Rumah


1)Di tengah kota

Bila terasa goyangan gempanya keras, lindungi kepala anda dengan tas terus lari ke arah area kosong. Hati-hati terhadap pecahan kaca dari gedung bertingkat dan dari baliho atau papan rekame yang jatuh atau roboh. Jangan mendekati tiang listrik atau pagar tembok, karena biasanya pagar tembok tidak dibuat tahan gempa.

2)Di basement
Secara umum berada di basement lebih aman dan goyangan gempa tidak sebesar di permukaan tanah. Jangan tergesa-gesa, jalan dengan dengan tenang sambil lindungi kepala anda dengan tas. Bila lampu padam jalanlah menyusuri dinding untuk mencari pintu darurat. Jangan buru-buru keluar sebelum memastikan keamanan sekitarnya dari serpihan-serpihan kaca dan sejenisnya.

3) Di dept store atau supermarket.
Lindungi kepala anda dengan tas atau keranjang belanjaan saat terjadi gempa. Jauhi rak barang. Tunggu sampai goyangan gempa mengecil dengan berlindung di tiang atau dinding. Ketika keluar jangan sekali-kali menggunakan eskalator atau lift.

4) Di dalam bioskop atau theater
Lindungi kepala anda dengan tas begitu terjadi gempa, lalu ikuti petunjuk petugas. Jangan berdesakan untuk keluar karena bisa berbahaya.

5) Di dalam mobil
BIla terasa goyangan gempa jangan mengerem secara mendadak. Kurangi kecepatan lalu berhenti di pinggir jalan dan matikan mesin serta buka kunci pintu. Jangan keluar mobil sampai goyangan gempa berhenti. Setelah itu baru keluar dari mobil. Ini standard di Jepang, ketika kita meninggalkan mobil untuk melarikan diri mobil jangan dikunci dan kunci harus ditinggalkan dalam mobil (Waduh kalau di Indonesia bisa berabe). Maksudnya untuk memudahkan petugas dalam mengatur mobil-mobil ketika pemiliknya tidak kembali dalam waktu yang lama.

6) Di pantai
Nah ini yang paling bahaya ketika kalau gempa terjadi karena berpotensi tsunami. Bila terasa goyangan segera pergi ke tempat yang lebih tinggi meskipun tidak ada potensi terjadinya tsunami. Menurut standard di Jepang, kita tidak diperbolehkan melarikan diri dengan kendaraan dengan alasan sbb:
- Bisa mengganggu ambulance yang membawa korban gempa
- Bisa mengakibatkan kemacetan
- Karena semua sedang panik dan buru-buru, bisa mengakibatkan kecelakaan.
Tapi belum tentu standard ini dipatuhi di Indonesia karena kita tidak tahu harus mengungsi kemana karena tidak ada rambu-rambu atau petunjuk jalur pengungsian seperti yang ada di kota-kota di Jepang.

Semoga bermanfaat.

Apa Yang Harus Dilakukan Kalau Ada Gempa Waktu di Dalam Rumah

Bila kita dalam rumah ketika terjadi gempa
1) Lindungi tubuh kita.
Ketika terjadi goyangan gempa prioritaskan untuk melindungi tubuh kita dengan segera berlindung di bawah meja (tentu meja yang kuat) atau pindah ke ruangan yang terdapat sedikit lemari supaya tidak tertimpa lemari. BIla tidak ada meja, lindungi kepala dengan bantal, kasur, buku atau sejenisnya. Usahakan saling mengingatkan dengan orang yang seruangan untuk sama-sama mengamankan diri dari gempa. Bisa bahaya kalau terlalu tergesa-gesa keluar khususnya di daerah yang banyak gedung bertingkat karena bisa tertimpa genting atau pecahan kaca.


2) Persiapkan jalan untuk keluar
Bila goyangan gempanya besar, kusen pintu dan jendela bisa berubah sehingga tidak bisa dibuka yang mengakibatkan tidak bisa keluar. Setelah mengamankan tubuh kita, sambil melihat kondisi goyangan gempanya, bukakan pintu atau jendela guna persiapan untuk keluar.











3) Memadamkan api kompor
Bila goyangan gempanya kecil dan kita lagi menyalakan kompor segera matikan. Tapi ingat melindungi tubuh kita adalah prioritas. Bila goyangan gempanya keras, padamkan setelah goyangannya mengecil. Atau lepaskan keran regulator gas meskipun tidak menyalakan kompor. BIla perlu matikan seluruh listrik dari sumbernya.






4) Jangan lengah meskipun goyangan gempanya sudah reda

Pastikan kembali anggota keluarga kita dalam keadaan aman, karena setelah gempa biasanya terjadi gempa susulan. Jangan mendekati lemari, kulkas atau rak buku, karena mudah roboh. Cari informasi dari radio atau TV.

Bgaimana kalau kita lagi diluar ketika terjadi gempa? Tunggu tulisan bagian 2.
Disadur dari pamflet bhs Jepang.

Monday, August 10, 2009

Seminar Membangun Bisnis



Bagi Anda yang berdomisili di area JABODETABEK, hadirilah Seminar Membangun Bisnis (SMB) yang selenggarakan oleh Team Kami bekerja sama dengan Pru Tom Agency dan Prudential.


Sunday, July 26, 2009

Menuju Pemakaian Software Legal

Bulan Juli ini instansi Pemerintah, khususnya BPPT sedang mengadakan migrasi OS (Operating System) untuk komputer yang dipakai di kantor BPPT dari Windows ke Linux.

Memang beberapa tahun sebelumnya ketika penggantian ketua BPPT yang baru (Pak Kusmayanto Kadiman) waktu itu, ada sudah dianjurkan untuk pindah ke OS berbasis Linux. Namun waktu itu masih setengah-setengah, komputer hanya diberi dual boot, windows dan Linux. Tapi karena orang sudah terlanjur terbiasa dengan kemudahan Windows dan malas untuk belajar Linux, para pegawai tetap memilih Windows dalam Dual Boot tersebut.

Tapi kali ini beda, instruksi pemakaian OS legal langsung turun dari Ketua BPPT kepada seluruh staff di lingkungan BPPT. BPPT merekrut orang-orang dari perwakilan setiap Pusat untuk dijadikan help desk-nya Linux.

Masalah pun bermunculan, khususnya tentang pemakaian Open Office dan penggunaan printer. Katanya Open Office tidak sepenuhnya kompatibel dengan MS Office dll. Juga penggunaan printer, banyak printer yang belum bisa support Linux.

Secara tidak resmi Linux Ubuntu kelihatannya akan dijadikan standard OS (lho, IGOS akan kemanakan) di BPPT, karena kemudahan dan dukungannya yang sangat luas. Tapi masalahnya spec yang dituntut harus tinggi, sehingga banyak komputer jadul harus rela dipasang Linux yang tuntutan spec-nya rendah seperti Zenwalk dan Linux Mint.

Pada tanggal 16 Agustus 2009 nanti BPPT akan mengumumkan ke Publik bahwa BPPT sudah bebas dari Sofware non-legal.

Saya sendiri sebelumnya sudah membiasakan dengan Linux Ubuntu dikarenakan waktu itu sudah lelah dengan masalah yang diakibatkan oleh virus. Sehingga dengan adanya migrasi OS ini tidak mendapat kesulitan yang berarti. Dan tentu membantu dalam misi migrasi program OS ini sebagai help desk.